<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316328235261367470</id><updated>2011-07-08T06:52:46.134+07:00</updated><category term='Profil'/><category term='Kesling'/><category term='Chikungunya'/><category term='Info Penyakit'/><category term='Tip Hidup Sehat'/><category term='Dokter Puskesmas'/><category term='Penyakit Menular'/><title type='text'>PUSKESMAS SEKADAU KALBAR</title><subtitle type='html'>Pelayanan Kesehatan Prima untuk Masyarakat</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.puskesmassekadau.co.cc/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316328235261367470/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.puskesmassekadau.co.cc/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Puskesmas Sekadau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11765139414950892459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316328235261367470.post-6826627611355866870</id><published>2009-08-23T11:18:00.004+07:00</published><updated>2009-08-23T11:45:03.457+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chikungunya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Penyakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyakit Menular'/><title type='text'>DEMAM CHIKUNGUNYA</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Chikungunya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; berasal dari bahasa Shawill yang berarti  Yang Berubah Bentuk
atau Bungkuk mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat (
Arthralgia ), Nyeri sendi ini menurut lembar data keselamatan ( MSDS ) Kantor Keamanan
Laboratorium Kanada, terutama terjadi pada Lutut, Pergelangan Kaki serta Persendian
Tangan Dan Kaki.
Gejala Demam Chikungunya mirip dengan Demam Berdarah Dengue yaitu Demam yang
tinggi, menggigil, sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, nyeri sendi dan otot serta bintikbintik
merah pada kulit terutama badan dan lengan. Bedanya dengan demam berdarah
dengue, pada chikungunya tidak ada perdarahan hebat, renjatan ( Schok ) maupun kematian.
Masa inkubasi dari demam Chikungunya dua sampai empat hari. Manifestasi penyakit
berlangsung tiga sampai 10 hari . Virus ini termasuk  Self Limiting Disease  alias hilang
dengan sendirinya. Namun rasa nyeri masih tertinggal dalam hitungan minggu sampai bulan.
Tak ada vaksin maupun obat khusus untuk Chikungunya. Cukup minum obat penurun panas
dan penghilang rasa sakit yang bisa dibeli di warung, yang penting cukup istirahat, minum dan
makanan bergizi , saran Thomas.
Menurut situs Universitas Standford, virus Chikungunya masuk keluarga Togaviridae, genus
alphavirus, dan ditularkan Nyamuk Aedes Aegypti. Virus ini terus menimbulkan epidemi di
wilayah tropis Asia dan Afrika sejak diidentifikasi tahun 1952 di Afrika Timur. Di Indonesia
Demam Chikungunya dilaporkan pertama kali di Samarinda tahun 1973. Kemudian berjangkit
di Kuala Tunkal, Jambi, tahun 1980. Tahun 1983 merebak di martapura, ternate dan
Yogyakarta. Setelah vakum hampir 20 tahun, awal tahun 2001 kejadian luar biasa ( KLB )
demam Chikungunya terjadi di Muara Enim, Sumatera Selatan dan Aceh. Disusul Bogor bulan
Oktober. Demam Chikungunya berjangkit lagi di Bekasi ( Jawa Barat ), Purworejo dan Klaten (
Jawa Tengah ) tahun 2002. Dari literatur yang saya baca, memang ada gelombang epidemi 20
tahunan. Mungkin terkait perubahan iklim dan cuaca, ujar Thomas. Penjelasan lain, menurut
situs Keamanan Laboratorium Kanada, antibodi yang timbul dari penyakit ini membuat
penderita kebal terhadap serangan virus selanjutnya. Oleh karena itu, perlu waktu panjang
bagi penyakit ini untuk merebak kembali. Menurut Thomas dan Rita, tak ada cara lain untuk
mencegah Demam Chikungunya kecuali mencegah gigitan nyamuk serta memberantas tempat
perindukan nyamuk dengan tiga M ( Menutup, Menguras dan Mengubur barang bekas yang
bisa menampung air ) atau menaburkan bubuk abate pada penampungan air sebagaimana
mencegah Demam Berdarah.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Demam Chikungunya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Virus Chikungunya pertama kali diidentifikasi di Afrika Timur tahun 1952. Tidak heran bila
namanya pun berasal dari bahasa Swahlii, Artinya adalah yang berubah bentuk atau bungkuk,
Postur penderitanya memang kebanyakan membungkuk akibat nyeri hebat di persendian
tangan dan kaki. Virus ini termasuk keluarga Togaviridae, Genus alphavirus, dan ditularkan
oleh Nyamuk Aedes Aegypti. Gejalanya adalah demam tinggi, sakit perut, mual, muntah, sakit
kepala, nyeri sendi dan otot, serta bintik-bintik merah terutama di badan dan tangan, meski
gejalanya mirip dengan Demam Berdarah Dengue, pada Chikungunya tidak ada perdarahan
hebat, renjatan ( Schok ) maupun kematian. Masa inkubasi : dua sampai empat hari,
sementara Manifestasinya tiga sampai sepuluh hari. Virus ini tidak ada vaksin maupun obat
khususnya, dan bisa hilang sendiri, namun, rasa nyeri masih tertinggal selama berhari-hari
sampai berbulan-bulan.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Chikungunya, SARS, Lalu Apa Lagi..?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;BELAKANGAN ini makin sering berbagai penyakit hewan dari tengah hutan yang merebak
(istilah yang dipakai spill over) ke permukiman penduduk. Sebutlah di antaranya St Louis
Encephalitis dan Sungai Nil Barat (West Nile), yang telah menimbulkan banyak korban.
Peredaran virus memang tak bisa lagi dibatasi oleh posisi geografi. Hutan yang tadinya
tertutup menjadi terbuka, daerah yang dulu terisolir kini bisa dengan mudah berhubungan ke
mana saja. Moda perpindahan virus bisa berupa apa saja.
Virus Sungai Nil Barat misalnya, berhasil menyeberang dari Afrika ke Amerika bersama migrasi
burung. Atau virus Marburg yang sempat masuk ke Eropa lewat monyet-monyet percobaan
asal Afrika Tengah. Makin mudahnya transportasi adalah faktor lain yang mempercepat pola
penyebaran mikro-organisme patogen. Manusia yang sudah terkena spill over, penyakit hewan
yang pindah ke manusia, membawa virus ini ke berbagai kawasan yang dikunjunginya.
Terakhir yang dengan cepat merebak adalah sindrom pernapasan akut parah (SARS). Setelah
diidentifikasi, diketahui penyebabnya adalah coronavirus. Meski di Indonesia belum ditemukan
kasusnya, kepanikan sudah melanda sebagian masyarakat. Padahal, penyakit hewan yang
disebabkan oleh virus jenis corona, juga ada di Indonesia.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Chikungunya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Beberapa minggu sebelum kasus SARS merebak, masyarakat Indonesia direpotkan dengan
kasus chikungunya. Virus penyebabnya tergolong dalam Famili Togaviridae, yang belum
diketahui pola masuknya ke Indonesia.
Sekitar 200-300 tahun lalu virus chikungunya (CHIK) merupakan virus pada hewan primata di
tengah hutan atau savana di Afrika. Satwa primata yang dinilai sebagai pelestari virus adalah
bangsa baboon (Papio sp), Cercopithecus sp. Siklus di hutan (sylvatic cycle) di antara satwa
primata dilakukan oleh nyamuk Aedes sp (Ae africanus, Aeluteocephalus, Ae opok, Ae.
furciper, Ae taylori, Ae cordelierri). Pembuktian ilmiah yang meliputi isolasi dan identifikasi virus
baru berhasil dilakukan ketika terjadi wabah di Tanzania 1952-1953. Baik virus maupun
penyakitnya kemudian diberi nama sesuai bahasa setempat (Swahili), berdasarkan gejala
pada penderita. Maka hadirlah chikungunya yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau
melengkung (that which contorts or bends up). Setelah beberapa lama, perangai virus
chikungunya yang semula bersiklus dari satwa primata-nyamuk-satwa primata, dapat pula
bersiklus manusia-nyamuk-manusia. Tidak semua virus asal hewan dapat berubah siklusnya
seperti itu. Di daerah permukiman (urban cycle), siklus virus chikungunya dibantu oleh nyamuk
Ae aegypti. Beberapa negara di Afrika yang dilaporkan telah terserang virus chikungunya
adalah Zimbabwe, Kongo, Burundi, Angola, Gabon, Guinea Bissau, Kenya, Uganda, Nigeria,
Senegal, Central Afrika, dan Bostwana. Sesudah Afrika, virus chikungunya dilaporkan di
Bangkok (1958), Kamboja, Vietnam, India dan Sri Lanka (1964), Filipina dan Indonesia (1973).
Chikungunya pernah dilaporkan menyerang tiga korp sukarelawan perdamaian Amerika (US
Peace Corp Volunteers) yang bertugas di Filipina, 1968. Tidak diketahui pasti bagaimana virus
tersebut menyebar antarnegara. Mengingat penyebaran virus antarnegara relatif pelan, kemungkinan penyebaran ini terjadi seiring dengan perpindahan nyamuk.
Hasil penelitian terhadap epidemiologi penyakit chikungunya di Bangkok (Thailand) dan
Vellore, Madras (India) menunjukkan bahwa terjadi gelombang epidemi dalam interval 30
tahun. Satu gelombang epidemi umumnya berlangsung beberapa bulan, kemudian menurun
dan bersifat ringan sehingga sering tidak termonitor. Gelombang epidemi berkaitan dengan
populasi vektor (nyamuk penular) dan status kekebalan penduduk. Pengujian darah
(serologik) penyakit chikungunya sering tidak mudah karena serum chikungunya mempunyai
reaksi silang dengan virus lain dalam satu famili. Untuk memperoleh diagnosis akurat perlu
beberapa uji serologik antara lain uji hambatan aglutinasi (HI), serum netralisasi, dan IgM
capture ELISA.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Virus lain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Virus yang termasuk Famili Togaviridae tidak hanya terdapat di Afrika, tetapi juga di Australia
dan Amerika. Salah satu virus dari Australia yang mempunyai kemiripan gejala klinik dengan
chikungunya adalah virus Ross River, menimbulkan penyakit epidemic polyarthritis (EP).
Tahun 1943, EP mewabah di Australia Bagian Utara (Northern Territory). Dari Australia
penyakit ini menyebar ke pulau-pulau di Lautan Pasifik, termasuk Kepulauan Bismark, New
Guinea, Solomon, Pulau Rossel, Fiji, Samoa, Wallis, Futuna, Kaledonia Baru , dan Kepulauan
Cook. Pada wabah di Fiji jumlah orang terserang mencapai 50.000. Meskipun tidak bersifat
fatal, penyakit ini sangat mengganggu karena penderitaan pasien dapat berlangsung
beberapa minggu sampai beberapa bulan. EP perlu diwaspadai, terutama untuk daerah
Indonesia bagian timur yang berdekatan dengan Australia.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Di Afrika masih ada lagi penyakit virus dengan gejala mirip chikungunya, yakni virus O? nyong
nyong (ONN). Istilah "o? nyong-nyong" diambil dari bahasa daerah di Acholi, Uganda, berarti
kelemahan sendi. Penyakit ini ditemukan pertama kali di Uganda tahun 1954, kemudian
menyebar ke Kenya, Tanzania, Malawi, dan Mozambik. Pada wabah tahun 1954 diperkirakan
jumlah penderita dua juta orang. Meskipun demikian, penyakit ini dinilai lebih ringan
dibandingkan dengan chikungunya. Dari Amerika ada 3 penyakit virus dalam Famili
Togaviridae yang perlu dicatat, yaitu Eastern Equine Encephalitis (EEE), Western Equine
Encephalitis (WEE), dan Venezuelan Equine Encephalitis (VEE). Penyakit ini lebih menonjol
pada kuda dibandingkan pada manusia, sehingga dipergunakan istilah "equine" yang berarti
kuda. Apabila pada chikungunya dan ONN gejala menonjol adalah radang sendi, ketiga
penyakit menimbulkan radang otak (encephalitis). Virus-virus ini juga menimbulkan penyakit
parah, bahkan bisa fatal pada kuda dan manusia. EEE tersebar di Pantai Timur Amerika, mulai
dari bagian selatan Kanada sampai utara Amerika Selatan. WEE terdapat di Pantai Barat
Amerika, sedangkan VEE di Venezuela, Kolombia, Ekuador, Peru, ke Utara sampai Meksiko
dan Texas. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Sebagai gambaran keganasan wabah EEE tahun 1938 menyebabkan 184.000 ekor kuda
terserang dengan angka kematian 90 persen, WEE menyerang 6.000 ekor kuda di California
tahun 1930 dan 50 persennya mati.
Pada orang, EEE dapat menimbulkan kematian antara 50-75 persen dari jumlah yang
terserang. Mereka yang sembuh banyak yang mengalami kelumpuhan. Dari ketiga virus, VEE
telah ada vaksinnya. Namanya TC-83 dan sudah digunakan pada kuda maupun manusia
dengan hasil baik. Di Amerika Selatan VEE punya gelombang epidemi sekitar 10 tahun. Di
alam bebas, virus WEE dan EEE dilestarikan dalam siklus burung-nyamuk-burung. Pada VEE
siklus rodensia-nyamuk-rodensia. Penularan ke manusia dilakukan oleh nyamuk antara lain
Aedes sp. Selama musim dingin ketika nyamuk tidak ada, ketiga virus "bersembunyi" pada
rodensia, reptilia dan amphibia.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
YANG terakhir tentu saja adalah coronavirus yang menghebohkan itu. Sebenarnya ada dua
virus corona yang menimbulkan penyakit serius (parah) pada hewan dan menimbulkan
kerugian ekonomi cukup besar. Yang pertama adalah penyakit infectious bronchitis (IB) pada
ayam. Kematian pada anak ayam umur 2 hari-4 minggu dapat mencapai 90 persen. Penyakit
ini ditandai oleh depresi atau lesu, mulut selalu membuka dan menutup karena ada kesulitan
bernapas. Penyakit ini tersebar luas di dunia, termasuk Indonesia, namun dapat dikendalikan lewat vaksinasi teratur. Yang kedua, penyakit transmissible gastro-enteritis (TGE) pada babi.
Penyakit ini ditemukan di Eropa, Asia, Afrika, Amerika Utara, dan Australia. Gejala yang
menyolok pada anak babi adalah diare akut, muntah, dan dehidrasi (kekurangan cairan
tubuh). Anak babi yang diserang umumnya mati dalam tempo 5-7 hari. Vaksin TGE juga telah
ditemukan. Di Indonesia TGE belum dilaporkan secara resmi, namun ancaman penyakit yang
mematikan ini selalu ada.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Globalisasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Pada zaman yang serba cepat seperti sekarang-seseorang hari ini dapat berada di Amerika
atau Afrika, dan esok harinya sudah tiba di Bali atau Jakarta-penyebaran virus amat
dimungkinkan. Orangyang tertular penyakit di suatu negara bisa saja membawanya ke
Indonesia. Penyakit yang dibawa ada yang dapat hilang dengan sendirinya, namun dapat pula
berlanjut siklusnya bila faktor pendukungnya ada. Perdagangan satwa langka yang cukup
mendapat sorotan beberapa waktu lalu, bukan tidak mungkin membawa serta virus dari hutan
ke tempat yang jauh di negeri orang. Belum lagi nyamuk yang menyelundup ke dalam kabin
pesawat terbang. Dengan kata lain, sangat banyak jalur yang dapat dilalui oleh penyakit untuk
mencapai daerah baru. Diperlukan kesiapan sumber daya manusia dan kelengkapan
laboratorium, dana, serta kemauan agar dapat menjawab penyakit yang sering disebut
misterius.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;(Soeharsono, Dokter hewan di Denpasar)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316328235261367470-6826627611355866870?l=www.puskesmassekadau.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.puskesmassekadau.co.cc/feeds/6826627611355866870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1316328235261367470&amp;postID=6826627611355866870' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316328235261367470/posts/default/6826627611355866870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316328235261367470/posts/default/6826627611355866870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.puskesmassekadau.co.cc/2009/08/demam-chikungunya.html' title='DEMAM CHIKUNGUNYA'/><author><name>Puskesmas Sekadau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11765139414950892459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316328235261367470.post-1935376461166358709</id><published>2009-07-06T21:18:00.001+07:00</published><updated>2009-07-08T09:51:23.239+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tip Hidup Sehat'/><title type='text'>10 Cara Beralih Dari Lelah ke Semangat</title><content type='html'>Harus terjaga meski waktu menunjukkan pukul 3 pagi? Siapun bakal menggerutu ketika harus berjuang melawan kantuk di saat siang keesokan hari dengan kelopak mata berat.
Bila anda sering mengalami hal demikian maka anda tak sendiri. Kelelahan dan kehilangan energi seperti menjadi epidemik, terutama di masyarakat perkotaan. Memang para ahli selalu menganjurkan jangan begadang, selain tak baik untuk kesehatan, begadang meningkatkan resiko diabetes 2 kali lipat.
Tapi apa boleh buat ketika pekerjaan menuntut itu. Jika pekerjaan demikian mengharuskan anda melek di malam hari, atau mengambil energi fisik sangat besar, ada beberapa kiat menunjang agar tubuh tetap prima meski ditimpa bejibun aktifitas. Berikut sepuluh kiat yang diberikan oleh para ahli kesehatan tidur, fitnes, ahli gizi, psikologi, dan ahli pengobatan alternatif, seperti yang dilansir oleh situs Health.com
Melihat Cahaya. Mendapat cahaya akan membuat anda mendapat banyak energi. Tapi ini mungkin tantangan tersendiri terutama bagi mereka yang saban hari harus duduk dalam kantor. Lampu neon bukan cahaya matahari--yang mengandung frekuensi sinar biru sebagai pengaktivatsi otak. Sistem sirkulasi darah dalam tubuh sangat sensitif dengan cahaya biru ketimbang jenis cahaya lain, demikian menurut Mariana Figueiro, asisten profesor dari Pusat RIset Pencahayaan di Politeknik Rensselaer, Troy, New York, AS. Memang kini banyak dijual lampu yang memendarkan frekuensi cahaya biru. Namun cara termudah adalah sempatkan anda berjalan kaki di luar selama 30 menit sebelum anda berangkat ke kantor, dan tentu ini jauh lebih murah.
Pompa tubuh dengan protein. Kecuali anda hendak mengikuti lomba maraton, konsumsi karbohidrat secukupnya. Sebaliknya ganti dengan protein mulai jenis nabati dan hewani. Menurut seorang pakar nutrisi di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Debra Hollon, protein mampu meningkatkan tingkat kewaspadaan mental dan energi seseorang. Protein mengandung tirosine, satu jenis asam amino yang meningkatkan kerja kimia otak yakni dopamin dan norepinfrin. Ketika anda merasa terisi penuh, anda tidak akan berlebihan mengonsumi roti, dan makanan manis-manis yang justru akan membuat kondisi tubuh anda cepat naik tapi cepat pula turun.
Ulurkan tangan. Jangan sepelekan aktivitas membantu orang lain. Riset menunjukkan ketika anda giat membantu, akan meningkatkan endorfin yang bertahan hingga berjam-jam. Tidak heran, jika Kimberly Kingsley, dalam buku berjudul The Energy Cure: How to Recharge Your Life 30 Seconds at a Time. mengatakan, "Anda tidak perlu mencari jauh-jauh untuk membantu, Mungkin ada seorang ibu tunggal yang kerepotan dan membutuhkan sesorang untuk mengasuh anaknya sementara, atau tetangga kesepian yang sangat senang diajak mengobrol."
Judith Orloff, MD, seorang penulis dan psikiatris dari Los Angeles, mengatakan "Ketika anda membuat seseorang bahagia, anda akan terisi kembali. Cari kegiatan membantu yang cocok untuk anda segera.
Tarik Nafas Panjang�lebih sering. Artinya jangan malas bergerak dan berolahrgalah. Gerakan tubuh yang mengirim oksigen melalui pembuluh darah akan mengatifkan sel-sel tubuh. Karena itu Gerald K. Endress,direktur di Pusat Diet dan Fitnes Universitas Duke, Duke University Medical Center di Durham, N.C menyarankan anda memecah waktu dengan olahraga untuk memaksimalkan asupan oksigen ke dalam tubuh. Salah satu cara mudah naik turun tangga beberap kali setelah makan siang anda, membantu mempercepat metabolisme dalam tubuh.
Minum seduhan yang bermanfaat. Dorong energi anda dengan teh misal, yang memiliki aroma dan rasa khas. Semua teh baik, tapi bila anda mau yang lebih cobalah seduh teh hijau, teh olong, atau teh putih. Sebab teh tersebut memiliki proses oksidasi yang berbeda dan akan menghasilkan manfaat berbeda bagi kesehatan.
Pecah pola rutinitas anda. Mengubah rutinitas harian hanya 15 menit sehari akan mendorong kembali energi nada. Tak harus rumit, seperti mengubah rute jalan kaki anda ke pasar atau kekantor, mencoba memasak jenis makanan baru, atau mengambil pensil dan mulai menggambar. "Itu seperti mengambil langkah pertama seorang bayi untuk memperbarui diri anda," ujar Judith Orloff, seorang pakar psikologi AS. Sebaiknya mulai dari yang kecil-kecil. Mengambil proyek besar yang sama sekali baru untuk anda justru akan menambah tumpukan stress.
Minta bantuan-tangan orang lain. Energi anda mungkin terhadang. Di tangan seorang terapi, seperti ahli ankupuntur, atau pijat tradisional langganan anda sangat membantu. Menurut Eva Selhub, MD, staf fisik senior di Institut Benson-Henry untuk Pengobatan Tubuh dan Pikiran,Rumah Sakit Umum Massachuset, Chestnut Hill, mengatakan, para terapis tersebut membantu menghilangkan penghalang yang menimbulkan masalah emosional dan fisik dalam tubuh. "Ketika penghalang pergi, energi akan mengalir lancar dalam tubuh," demikian menurut penelitian terbaru di Inggris yang dipublikasikan dalam Jurnal New Scientist.
Ambil cuti dari teknologi sesaat. Menjadi terikat dengan piranti elektronik menjadikan kita selalu dalam kondisi "siap". Jangan salah bila adrenalin langsung naik hanya dengan mendengar dering telepon genggam berbunyi. Sejalan waktu, hidup dengan adrenalin cepat naik turun akan sangat melelahkan. Bahkan menurut riset, telpon genggam, menaikkan tingkat stress pada wanita. Ambil waktu paling tidak satu jam sehari, jauhkan diri anda dari teknologi komunikasi. Buat diri anda nyaman melakukan apa yang anda kerjakan tanpa konsentrasi terpecah. Ini sangat membantu untuk terhubung kembali dengan diri sendiri dan membantu mengisi ulang energi anda.
Berdiam diri sesaat. Situasi serba hiruk-pikuk. Jangan sampai ikut terseret arus. Ambil jarak dengan situasi tersebut dan berdiam diri sesaat. Memejamkan mata akan sangat membantu. Tarik nafas perlahan dengan tenang hingga detak nadi dan jantung anda memelan. Jika perlu lakukan meditasi sesaat. Cara ini menurut para psikologis seperti halnya proses menyetel ulang dalam skala kecil.
Semakin anda terlatih menjaga fokus, anda semakin mudah menenangkan diri kapan pun dan dimanapun ketika anda membutuhkan penyegaran.
Bersihkan tidur anda. Menurut kata yang beredar dalam ilmu kesehatan tentang tidur saat ini, adalah kebersihan tidur. Ini bukan hanya sekedar sprei bersih, melainkan kondisi yang akan membantu anda menciptakan atmosfir "istirahat" sehingga anda akan tidur nyenyak dan terbangun dengan segar, tanpa perlu bantuan obat tidur.
Kebersihan tidur disini--selain tempat tidur bersih tentunya--kamar tidur dengan cahaya minim, jauhkan nyala lampu yang, pastikan suhu ruang terasa sejuk dan sebisa mungkin singkirkan suara-suara yang tak perlu./itz
&lt;span style="font-size:85%;"&gt;
&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: http://www.republika.co.id/berita/36669/Sepuluh_Cara_Beralih_Dari_Lelah_ke_Semangat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316328235261367470-1935376461166358709?l=www.puskesmassekadau.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.puskesmassekadau.co.cc/feeds/1935376461166358709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1316328235261367470&amp;postID=1935376461166358709' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316328235261367470/posts/default/1935376461166358709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316328235261367470/posts/default/1935376461166358709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.puskesmassekadau.co.cc/2009/07/10-cara-beralih-dari-lelah-ke-semangat.html' title='10 Cara Beralih Dari Lelah ke Semangat'/><author><name>Puskesmas Sekadau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11765139414950892459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316328235261367470.post-3729717681383946258</id><published>2009-07-06T14:50:00.001+07:00</published><updated>2009-07-06T14:55:01.617+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesling'/><title type='text'>AIR DAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN</title><content type='html'>Kondisi kebersihan air dan lingkungan di sebagian besar daerah di Indonesia masih sangat buruk. Situasi ini menyebabkan tingginya kerawanan anak terhadap penyakit yang ditularkan lewat air.  Pada 2004, hanya 50 persen penduduk Indonesia yang mengambil air sejauh lebih dari 10 meter dari tempat pembuangan kotoran. Ukuran ini menjadi standar universal keamanan air. Di Jakarta, misalnya, 84 persen air dari sumur-sumur dangkal ternyata terkontaminasi oleh bakteri faecal coliform.
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TbH3vTGADPk/SlGthq5LfVI/AAAAAAAAADQ/YWgNTXq566k/s1600-h/Air.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 245px; height: 184px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TbH3vTGADPk/SlGthq5LfVI/AAAAAAAAADQ/YWgNTXq566k/s400/Air.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355252225881636178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Secara praktis masalah kebersihan menjadi tidak kondusif karena masyarakat memang selalu tidak sadar akah hal tersebut. Tempat pembuangan kotoran tidak dipergunakan dan dijaga dengan baik. Akibatnya masalah diare, penyakit kulit, penyakit usus dan penyakit lain yang disebabkan air sering menyerang golongan keluarga ekonomi lemah. Upaya mengembangkan kesehatan anak secara umum pun menjadi terhambat. Fakta ini terjadi khususnya di daerah bekas bencana tsunami di Aceh dan Sumatra Utara.
Disamping akses air bersih yang buruk, situasi kebersihan air dan lingkungan diperparah oleh kegagalan penyuluhan bagi masyarakat kelas bawah dan mereka yang tinggal di daerah kumuh untuk berperilaku bersih. Bahkan penyediaan air minum yang bersih pun belum secara serius dijadikan prioritas pembangunan di Indonesia terutama di tingkat propinsi.

UNICEF membantu pemerintah Indonesia untuk mengembangkan dan melaksanakan strategi perbaikan kondisi air minum dan kebersihan secara nasional. Bantuan juga diberikan kepada pemerintah Indonesia dalam memperbaiki mekanisme perencanaan, sistem pengawasan dan database yang relevan, UNICEF juga memainkan peranan penting sebagai koordinator bidang kebersihan lingkungan dan air pasca bencana tsunami di Aceh dan Sumatra Utara. Membangun kemitraan kerja dengan mempersatukan segala kemampuan dan sumber daya antar organisasi.
Bahkan UNICEF beserta pemerintah juga memberi wawasan tentang air yang aman melalui program Pembangunan dan Kelangsungan Hidup Anak. Anak akan belajar mengenai kebersihan air dan sekolah yang bersahabat untuk anak-anak. Tujuannya untuk membantu memperbaiki pasokan air yang aman dan fasilitas kebersihan yang memadai di 30 kabupaten se-Indonesia.
Disamping itu, UNICEF juga membantu gerakan Suplai Air Bersih dan Kebersihan Dasar di Aceh dan Sumatra Utara. Gerakan ini mencakup rehabilitasi dan konstruksi sumur dangkal, tanki penampungan air hujan dan sistem pipa gravitasi. Pembangunan toilet, fasilitas mandi cuci dan pembuangan sampah di sekolah-sekolah, di pusat kesehatan masyarakat dan di bangunan keagamaan.
Bersama mitra kerjanya, UNICEF juga menyediakan air minum beberapa saat sesudah gempa dan gelombang tsunami menghantam Aceh pada 26 Desember 2004. Setidaknya akses air bersih ini mencegah wabah penyakit kolera misalnya. UNICEF bersama WHO melakukan inspeksi pada 22 instalasi pengolahan air di seluruh daerah yang dilanda tsunami. Hasilnya, UNICEF menyediakan pompa air untuk instalasi pengolahan air di Lambaro di Banda Aceh. Pompa ini mampu membersihkan 11 juta galon air per hari.
Selain itu, UNICEF juga menyediakan fasilitas air bersih dan pendidikan mengenai hidup bersih pada 170 sekolah yang mencakup 25.500 siswa di daerah timur Indonesia, Maluku pada 2004 silam.

&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber : WHO Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316328235261367470-3729717681383946258?l=www.puskesmassekadau.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.puskesmassekadau.co.cc/feeds/3729717681383946258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1316328235261367470&amp;postID=3729717681383946258' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316328235261367470/posts/default/3729717681383946258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316328235261367470/posts/default/3729717681383946258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.puskesmassekadau.co.cc/2009/07/air-dan-kebersihan-lingkungan.html' title='AIR DAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN'/><author><name>Puskesmas Sekadau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11765139414950892459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TbH3vTGADPk/SlGthq5LfVI/AAAAAAAAADQ/YWgNTXq566k/s72-c/Air.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316328235261367470.post-869419473367560546</id><published>2009-06-03T11:14:00.005+07:00</published><updated>2009-07-06T13:35:30.683+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dokter Puskesmas'/><title type='text'>Daftar Dokter dan Dokter Gigi Puskesmas Sekadau</title><content type='html'>DOKTER dan DOKTER GIGI PUSKESMAS SEKADAU
KECAMATAN SEKADAU HILIR
KABUPATEN SANGGAU / SEKADAU&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Dokter  Umum&lt;/span&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;dr. ASHAR 1993
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dr. EDY SUPRABOWO 1994 - 1995&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dr. HERLINA 1994 - 1996&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dr. PARDAWAN 1996 - 1999&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dr. AGUSTINUS RUMA 2001 - 2003&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dr. EKO PRIYATNO 2003 - 2005&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dr. PARLYN RAP DEMAK SITUMORANG 2003 – 2006&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dr. RANTO YUSTIN MANURUNG 2006 - skrg&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dr. INDAH PARANITA 2009 - skrg
&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Dokter Gigi&lt;/span&gt;

&lt;ol&gt;&lt;li&gt;drg. NAZARUDDIN 1986 - 1991&lt;/li&gt;&lt;li&gt;drg. DEVI MEGAH DJUNIAH HAMBARWATI 1991 - 1994&lt;/li&gt;&lt;li&gt;drg. CANDANI 1994 - 1996&lt;/li&gt;&lt;li&gt;drg. ELSA SATYANINGSIH 1996 - 2001&lt;/li&gt;&lt;li&gt;drg. ZULKIFLI PANUSUNAN LASNI RAJAGUKGUK 2005 - 2006&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316328235261367470-869419473367560546?l=www.puskesmassekadau.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.puskesmassekadau.co.cc/feeds/869419473367560546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1316328235261367470&amp;postID=869419473367560546' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316328235261367470/posts/default/869419473367560546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316328235261367470/posts/default/869419473367560546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.puskesmassekadau.co.cc/2009/06/daftar-dokter-dan-dokter-gigi-puskesmas.html' title='Daftar Dokter dan Dokter Gigi Puskesmas Sekadau'/><author><name>Puskesmas Sekadau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11765139414950892459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316328235261367470.post-3169707740082270084</id><published>2008-06-06T11:08:00.005+07:00</published><updated>2009-07-08T09:52:16.412+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><title type='text'>Gambaran Umum</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Puskesmas Sekadau terletak di Kecamatan Sekadau Hilir dengan ibukota kecamatan adalah Sekadau yang terletak di Desa Sungai Ringin dan juga merupakan ibukota Kabupaten Sekadau. Kecamatan Sekadau Hilir mempunyai luas wilayah 853,1 km² atau 15,67 % dari luas Kabupaten Sekadau, terdiri dari 14 desa. Terletak antara 1º LU - 0º LS serta 109,8º - 111,3º BT, tingginya 16 m dari permukaan laut. Beriklim tropis karena dilalui garis Khatulistiwa. Curah hujan di Kecamatan sekadau Hilir cukup tinggi sepanjang tahun setiap bulan September sampai dengan Desember dengan suhu berkisar 22 ºC - 30ºC. Musim kemarau sering terjadi pada bulan Mei sampai dengan bulan Agustus.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Kecamatan Sekadau Hilir terdiri dari dataran rendah sampai pegunungan, dimana 55 % merupakan tanah datar sampai berombak, 35 % berombak sampai berbukit dan 10 % tanah berbukit sampai pegunungan. Wilayah ini dialiri dua sungai yaitu Sungai Kapuas dan Sungai Sekadau beserta anak-anak sungainya, sehingga transportasi air merupakan sarana yang cukup penting dan diperlukan. Jarak Kecamatan Sekadau Hilir ke ibu kota propinsi adalah 309 km yang dapat ditempuh melalui perjalanan darat sekitar 7 jam.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Kecamatan Sekadau Hilir berbatasan dengan :
~ Sebelah utara : Kecamatan Mukok (Kabupaten Sanggau) dan Kecamatan Belitang Hilir (Kabupaten Sekadau)
~ Sebelah selatan : Kecamatan Sekadau Hulu (Kabupaten Sekadau)
~ Sebelah barat : Kecamatan Mukok (Kabupaten Sanggau)
~ Sebelah timur : Kecamatan Sepauk (Kabupaten Sintang)
Melihat batas-batas wilayah tersebut menjadikan wilayah Kecamatan Sekadau Hilir daerah strategis antara Kabupaten Sanggau dengan Kabupaten Sintang. Hal ini menempatkan Kecamatan Sekadau Hilir sebagai daerah pusat perekonomian dan perdagangan dari kecamatan-kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Sekadau Hulu, Nanga Taman, Nanga Mahap, Belitang Hilir, Nanga Belitang dan Belitang Hulu.
Dalam rangka mempermudah masyarakat menjangkau pelayanan kesehatan maka di pertengahan tahun 2007 Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau menambahan satu lagi puskesmas di Kecamatan Sekadau Hilir. Dengan penambahan puskesmas tersebut maka di Kecamatan Sekadau Hilir terdapat 4 puskesmas induk yaitu Puskesmas Sekadau, Puskesmas SP III Trans, Puskesmas Selalong III dan Puskesmas Simpang Kayu Lapis. Puskesmas Sekadau membina 6 desa dari 14 desa yang ada di Kecamatan Sekadau Hilir, dengan jumlah dusun sebanyak 17 dusun. Puskesmas Sekadau sendiri mempunyai luas wilayah kerja 355,83 km². Puskesmas SP III Trans membina 3 desa, Puskesmas Simpang kayu Lapis membina 5 desa, sedangkan Puskesmas Selalong III membina beberapa dusun yang ada di Desa Sungai Ringin dan Desa Peniti. Jumlah penduduk wilayah kerja Puskesmas Sekadau berdasarkan data tahun 2007 adalah 26.341 jiwa. Jumlah kepala keluarga sebanyak 6.531 KK dan kepadatan penduduk rata-rata 74 jiwa/km², yang tersebar tidak merata.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220488539224120994" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 389px; height: 327px; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_TbH3vTGADPk/SHLmqsZznqI/AAAAAAAAABM/mOpj8waccCY/s400/Luas+Wilayah.JPG" border="0" width="458" height="366" /&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220488012444445602" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 392px; height: 377px; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_TbH3vTGADPk/SHLmMB_vq6I/AAAAAAAAABE/W_KQF93D72c/s400/Wilayah+Kerja.JPG" border="0" width="471" height="435" /&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220490703505178306" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 373px; height: 268px; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_TbH3vTGADPk/SHLooq-nvsI/AAAAAAAAABU/sptDWCisLIE/s400/PB030197.JPG" border="0" width="379" height="274" /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220491209165795506" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 374px; height: 278px; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_TbH3vTGADPk/SHLpGGtgcLI/AAAAAAAAABc/1h90OhNgit4/s400/PB030206.JPG" border="0" width="382" height="288" /&gt;



&lt;p&gt;&lt;/p&gt;




&lt;p&gt;&lt;/p&gt;


&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316328235261367470-3169707740082270084?l=www.puskesmassekadau.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.puskesmassekadau.co.cc/feeds/3169707740082270084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1316328235261367470&amp;postID=3169707740082270084' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316328235261367470/posts/default/3169707740082270084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316328235261367470/posts/default/3169707740082270084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.puskesmassekadau.co.cc/2008/06/profi-puskesmas.html' title='Gambaran Umum'/><author><name>Puskesmas Sekadau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11765139414950892459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TbH3vTGADPk/SHLmqsZznqI/AAAAAAAAABM/mOpj8waccCY/s72-c/Luas+Wilayah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry></feed>
